Apa Kritik Paling Umum tentang Periklanan?

Periklanan memainkan peran kunci dalam rencana pemasaran perusahaan Anda. Untuk menarik pelanggan secara efektif, Anda harus terlibat dalam iklan yang mempromosikan layanan dan produk Anda. Bersiaplah untuk menghadapi kritik, namun dari mereka yang percaya bahwa iklan itu menipu. Banyak kritik terhadap periklanan berpusat pada klaim palsu yang dibuat dalam mempromosikan produk, dan bahwa mereka terlalu sering mendesak konsumen untuk melakukan pembelian yang tidak mereka butuhkan.

Tidak etis

Etika kampanye periklanan sering kali dipertanyakan, terutama ketika konsumen didesak untuk melakukan pembelian yang tidak diperlukan atau diberikan informasi yang salah dan menyesatkan. Menurut Dewan Komunikasi, misalnya, menempatkan harga pada iklan yang benar-benar dimiliki oleh produk yang lebih rendah adalah tidak etis dan ilegal. Mengandalkan stereotip ras atau gender adalah praktik tidak etis lain yang dihindari dewan. Cetakan kecil dan tidak terbaca tidak dapat mengatasi klaim palsu yang jelas yang dibuat dalam cetakan iklan yang lebih besar, seperti dalam kasus iklan Humira yang dijalankan oleh Abbott Labs pada tahun 2009. Dalam kasus tersebut, iklan yang tidak etis mengakibatkan denda $ 70 juta untuk obat tersebut. produsen, menurut CBS News.

Berlebihan

Iklan yang membesar-besarkan perbedaan antara produk Anda dan produk pesaing sering kali dikritik sebagai salah dan menyesatkan. Terkadang meremehkan persaingan secara tidak adil dalam upaya merayu konsumen. Pelanggan sering kali kecewa dengan iklan negatif, yang kemudian dapat menjadi bumerang bagi pencetus klaim yang berlebihan.

Serangan

Kritikus periklanan sering menunjuk pada penggunaan seks dan sindiran seksual sebagai hal yang menyinggung dan tidak perlu. Beberapa kampanye periklanan menarik protes dari gereja-gereja daerah, kelompok wanita atau asosiasi parenting, seperti iklan Calvin Klein di tahun 1970-an yang menampilkan Brooke Shields remaja. Kritikus menyebut iklan tersebut pornografi dan eksploitatif. Boikot dan tindakan hukum dapat mengikuti iklan yang menyinggung yang pada akhirnya dapat menyebabkan lebih banyak eksposur untuk merek Anda. Misalnya, pengecer pakaian Benetton menerima liputan dan kritik luas atas apa yang disebut kampanye "tidak membenci" pada tahun 2011 ketika menampilkan Presiden Obama mencium Hugo Chavez, seorang pemimpin Venezuela.

Materialistis

Kritik keras lainnya dari periklanan adalah bahwa periklanan merusak masyarakat dengan mempromosikan materialisme. Para pendukung tanggung jawab sosial menuduh pengiklan mengambil keuntungan dari sistem perusahaan bebas untuk mengeksploitasi berbagai populasi dengan iklan yang tidak etis, menyesatkan, dan menyinggung. Hasilnya, kata mereka, adalah populasi konsumen yang kurang informasi dan kurang peduli. Menurut American Educational Foundation, para kritikus mengklaim bahwa iklan memainkan emosi orang-orang dengan janji penerimaan sosial dan daya tarik seks, menyebabkan mereka melakukan pembelian yang sebenarnya tidak mampu dan tidak mereka butuhkan. Pengiklan tidak dapat memaksa konsumen untuk membeli sesuatu yang tidak mereka butuhkan, tetapi iklan yang cukup efektif dapat meningkatkan keinginan dan keinginan konsumen.