Apa Itu Backlog Accounting?

Pesanan yang tetap tidak terpenuhi atau tidak diproses dianggap sebagai pesanan backlog. Pesanan yang tidak lengkap ini mewakili pendapatan penjualan yang belum diterima yang tetap tersedia untuk diperoleh perusahaan. Jika dikelola secara efektif, jaminan simpanan perusahaan dapat memastikan bahwa permintaan pelanggan terpenuhi. Jika dikelola secara tidak efektif, backlog dapat menyebabkan hilangnya pendapatan secara stabil.

Jaminan simpanan

Informasi akuntansi perusahaan harus mengidentifikasi nilai simpanan, biaya dan pendapatan. Entri ini menampilkan biaya persediaan simpanan, biaya yang dibutuhkan untuk memproduksi persediaan dan laba kotor dari persediaan yang ditumpuk. Dalam kebanyakan kasus, pendapatan dikurangkan dari biaya produksi barang untuk menghasilkan total laba kotor, atau potensi laba kotor, dari persediaan yang tertimbun.

Perbandingan

Penting untuk memantau backlog perusahaan. Backlog yang tetap tidak terjual dapat terdepresiasi, mengakibatkan penjualan berkurang dan hilang serta volume penjualan berkurang. Rasio backlog membantu menentukan kelangsungan backlog saat ini dan memperkirakan kemampuan perusahaan untuk memenuhi permintaan saat ini. Rasio penumpukan penjualan ditentukan dengan membagi jumlah total pesanan yang tertimbun dengan jumlah total penjualan. Sales backlog juga dapat ditentukan dengan membandingkan rata-rata penjualan harian dengan backlog. Untuk mencapai rasio ini, total backlog harus dibagi dengan tahunan perusahaan dibagi 360 hari (total backlog / (penjualan tahunan / 360 hari).

Depresiasi

Backlog yang tidak laku juga mengalami depresiasi. Depresiasi adalah hilangnya nilai aset secara bertahap. Depresiasi mengurangi potensi pendapatan yang bisa diperoleh ketika produk atau properti backlog dijual. Usia backlog, serta perubahan ekonomi, permintaan dan regulasi pelanggan dapat memaksa produk backlog terdepresiasi. Penyusutan harus dicatat dan disesuaikan dalam pengembalian pajak federal tahunan.

Pertimbangan

Akuntansi backlog sangat penting dalam industri manufaktur dan produksi yang menghasilkan produk. Kegagalan untuk mengontrol dan memantau backlog dapat mengakibatkan persediaan yang tersedia terlalu banyak atau terlalu sedikit. Persediaan yang terlalu banyak dapat mengakibatkan hilangnya pendapatan potensial, sementara backlog yang terlalu sedikit dapat mengakibatkan ketidakmampuan untuk memenuhi permintaan pelanggan. Penting agar backlog dinilai dan dihitung secara teratur untuk memastikan keseimbangan dan menghindari kelebihan.